Pekerja Berat Bolehkah Tidak Puasa? - Ustadz Buya Yahya Menjawab

Jawaban Ulama - Menjawab hukum seputar tentang agama islam bersama ulama Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, Uztadz Buya Yahya Menjawab Spesial Ramadhan.


Pertanyaan:
Assalamualaikum Ustadz Buya Yahya, saya bekerja merantau sebagai seorang tukang bangunan di sebuah proyek gedung bertingkat. 

Kami merasa sangat payah dalam pekerjaan kami. Dapatkah saya tidak berpuasa Buya? Apakah nanti wajib qodho dan fidyah juga?


Jawaban:
Wa’alaikumussalam wr. Wb
Salah satu dari 9 orang yang bisa meninggalkan puasa yaitu orang sakit (dengan ketentuan-ketentuannya). Namun disini juga bisa dibahas tentang orang2 yang bekerja berat / para Pekerja berat. 

Para pekerja keras dapat meninggalkan puasa ramadhan di saat dia benar-benar merasa berat dalam menjalankan puasa, dengan syarat:

1. Malam harinya harus tetap niat berpuasa, dan berpuasa di siang harinya sampai benar-benar jika merasakan lemah / berat sekali / tidak kuat, maka diperbolehkan berbuka dengan memakan / minum sekedarnya saja. 

Jika untuk membangkitkan energi. Dan nanti jika merasakan lagi kelemahan yang sangat maka diperbolehkan lagi makan / minum sekedarnya saja.

2. Dia wajib mengqodho hari yang ia batalkan puasanya tersebut setelah melewati hari raya.

- HARAM hukumnya jika Pekerja berat tersebut sudah melanggar dari awal pagi / tidak mencoba menjalankan puasanya terlebih dahulu semampunya. Karena dalam hal ini dia bisa saja membatalkan pekerjaannya.

Semoga kita bisa meraih kemuliaan Ramadhan di tahun ini. aamin ... Wallahu a'lam bisshowab.